Cleanser
- amjtimes
- 18 Mei 2019
- 2 menit membaca
Dalam artikel sebelumnya telah disebutkan 3 basic skincare yang dibutuhkan oleh kulit wajah, namun tentunya masih banyak pertanyaan mengenai penggunaan masing-masing skincare tersebut. Oleh karena itu selanjutnya akan kita bahas mengenai satu per satu basic skincare dimulai dari cleanser.
Kita semua tentu familiar dengan sabun cuci muka. Semalasnya kita menggunakan skincare pasti setidaknya penggunaan face wash seperti hal yang wajib dalam ritual keseharian kita saat mandi. Ada berbagai macam face wash yang dijual untuk kebutuhan kulit yang berbeda-beda.
Fungsi dari face wash sendiri adalah membersihkan kulit wajah yang seharian terpapar oleh debu maupun makeup agar pemakaian skincare tahap selanjutnya efektif.
Sayangnya dalam menggunakan face wash kita seringkali menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah kulit yang berasa terlalu kering setelah menggunakan face wash hingga menimbulkan sensasi seperti ditarik. Mengapa hal ini terjadi?
Seorang dermatologis di Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta, dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp.KK, menyatakan bahwa ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan terjadinya hal tersebut. Pertama, bisa saja sabun cuci muka yang digunakan memiliki kandungan detergen yang terlalu tinggi. Sabun cuci muka dengan kandungan detergen yang tinggi normalnya dipergunakan untuk tipe kulit yang berminyak. Jika jenis kulitnya normal kombinasi tidak akan cocok memakai sabun cuci muka tersebut sehingga menyebabkan kulit wajah jadi sangat kering.
Kedua, bisa jadi seseorang mencuci muka terlalu lama. Ia menggosok-gosokan wajahnya dengan sabun hingga berbusa atau membiarkan wajah masih dengan sabun cuci muka sangat lama sebelum membilas agar wajah terasa kesat. Hal itu tentu akan membuat kulit kering.
Selain itu kebiasaan seseorang yang mencuci wajah terlalu sering juga bisa membuat kulit terasa kering bahkan bisa membuat kulit dehidrasi. Beliau menyebutkan bahwa di Indonesia sedikit-sedikit mencuci wajah karena merasa sudah berminyak. Padahal minyak di kulit wajah dibutuhkan untuk menjaga kelembaban dan membuat lapisan untuk menahan debu agar tidak masuk ke pori-pori. Jadi ada baiknya jangan langsung menganggap minyak di wajah sebagai musuh. Selain itu kulit yang berminyak setelah seharian tidak selalu berarti kita memiliki jenis kulit berminyak karena produksi sebum setelah seharian beraktivitas sangat wajar.
Selain itu saat ini ada sabun cuci muka berbentuk busa, sering disebut facial foam yang klaimnya adalah lebih lembut di wajah. Pasalnya sabun cuci muka yang banyak busanya lebih membuat wajah terasa kesat. Lalu bagaimana sabun cuci muka yang bentuknya foam diklaim lebih lembut di wajah?
Menurut dr. Dewi, hal ini karena konsentrasi larutan yang ada di facial foam lebih rendah daripada sabun cuci muka biasa. Selain itu foam yang dihasilkan berasal dari alat yang terdapat di kemasan facial foam tersebut, bukan dari produk yang digosok-gosokan terlebih dulu. Itulah sebabnya facial foam diklaim lebih lembut di wajah. Jadi untuk yang memiliki kulit kering serta sensitif bisa menggunakan facial foam.
Semoga artikel ini dapat membantu kita memahami kesalahan yang mungkin kita lakukan ketika mencuci muka.
Komentar