BASIC SKINCARE
- amjtimes
- 9 Sep 2018
- 2 menit membaca
Sebagian besar wanita berpikir bahwa merawat kulit wajah cukup hanya dengan mencuci wajah setiap hari. Benarkah hal tersebut ?
Seiring bertambahnya usia, kadar air di dalam tubuh manusia akan semain berkurang. Hal ini dapat menyebabkan kulit perlahan-lahan kehilangan kelembaban alaminya. Selain itu, pola hidup yang tidak sehat, misalnya kurang tidur, juga dapat mempengaruhi regenerasi dari sel-sel kulit. Bagi penduduk di kota besar, polusi seringkali menjadi ancaman bagi kesehatan kulit. Adanya faktor-faktor tersebut mendukung kebutuhan masyarakat akan produk perawatan kulit atau yang dikenal sebagai produk skincare.
Menurut dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp.KK, seorang dermatologis di Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta, penggunaan produk perawatan kulit dapat dimulai sejak dini. Bahkan, seorang bayi membutuhkan produk perawatan kulit seperti pelembab jika kulitnya kering. Beliau juga memaparkan bahwa terdapat 3 jenis produk perawatan kulit utama berdasarkan urutan pemakaiannya, yaitu pembersih wajah, pelembab, dan tabir surya.
Berikut adalah penjelasan mengenai ketiga produk perawatan kulit utama yang lazim digunakan oleh masyarakat:
Pembersih wajah (cleanser) Face wash merupakan salah satu jenis pembersih wajah yang kerap digunakan oleh hampir setiap orang. Penggunaan produk pembersih wajah ini sebaiknya dilakukan pada wajah yang telah dibersihkan terlebih dahulu guna meningkatkan penyerapan hingga tahap optimal. Bagi para wanita pengguna make up maupun mereka yang terpapar polusi setiap hari, penggunaandouble cleansing dengan menambahkan milk cleanser/oil cleanser dilanjutkan dengan face wash sangat dianjurkan.
Pelembab kulit (moisturizer) Pelembab merupakan produk perawatan kulit yang sangat penting. Jenis kulit kering maupun berminyak sama-sama membutuhkan pelembab. Akan tetapi, penting bagi konsumen untuk menentukan pelembab jenis apa yang dibutuhkan oleh kulitnya. Untuk kulit berminyak misalnya, pelembab water-based yang ringan dan mudah diserap kulit lebih dianjurkan dibandingkan dengan pelembab dalam bentuk krim.
Tabir surya (protector) Menurut dr. Dewi, radiasi sinar matahari dapat dibagi menjadi sinar UV-A (aging) dan UV-B (burning). Paparan sinar matahari dalam jangka waktu lama akan mempercepat timbulnya tanda-tanda penuaan dan dapat menimbulkan kulit terbakar. Selain itu, ada juga sinar UV-C (karsinogenik) dimana paparan sinar ini dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker kulit. Efek jahat dari sinar matahari umumnya akan terakumulasi selama bertahun-tahun, tetapi dapat dicegah dengan penggunaan tabir surya secara rutin
Bagaimana dengan informasi tersebut? Tidak sulit bukan dalam merawat kulit? Marilah bersama-sama kita mulai membudayakan penggunaan produk perawatan kulit sedini mungkin guna menjaga kesehatan kulit agar tetap optimal.
Komentar