Tangan Buatan: Si “LUKE Arm”
- amjtimes
- 17 Mei 2018
- 2 menit membaca
Pada masa yang modern ini, perkembangan teknologi semakin pesat dan terjadi dalam berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan. Salah satu teknologi yang terbaru dalam biomekanika adalah lengan prostetik yang diproduksi oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). DARPA menyebut lengan prostetik buatannya ini dengan sebutan “LUKE Arm”. Terinspirasi dari karakter Luke dengan tangan bioniknya dalam film Star Wars. Sampai saat ini, LUKE Arm masih dalam perkembangan perusahaan anak induknya, DEKA Research and Development Corporation.
Terdapat tiga macam model konfigurasi dari LUKE Arm, tergantung lokasi amputasi atau kelainan kongenitalnya. Model-model tersebut adalah shoulder configuration (SC) untuk pasien yang kehilangan lengan mulai dari pundak, humeral configuration (HC) untuk pasien yang kehilangan ektremitas dari bagian lengan tangan atas, dan radial configuration (RC) untuk pasien yang kehilangan bagian lengan bawah. LUKE Arm dapat bergerak dari sumber daya baterai ion litium internal dan eksternal. Umumnya sistem pergerakan LUKE Arm ini menyerupai otot manusia, contohnya pada pundak terjadi gerakan abduksi, fleksi, dan ekstensi. Hal ini terjadi karena teknologi myoelectric recording electrodes yang memiliki sifat seperti otot manusia. Komponen-komponen dalam LUKE Arm saling berhubungan lewat Controller Area Network (CAN) dengan sistem aferen dan eferen seperti sistem kerja saraf normal pada tubuh manusia. Inilah yang membuat lengan prostetik ini bekerja mirip dengan lengan sesungguhnya.
Saat ini, LUKE Arm hanya disediakan bagi mereka yang kehilangan lengan saja. Selain itu, harga LUKE Arm sangat mahal dan pergerakannya lebih lambat dibandingkan tangan normal. Namun, bukan berarti LUKE Arm tidak membantu sama sekali untuk saat ini. Kenyataannya, LUKE Arm resmi menjadi salah satu alat yang direkomendasikan FDA untuk digunakan karena mampu meningkatkan kualitas dan kemandirian pasien.
Sebuah studi kualitatif mengenai LUKE Arm menyatakan bahwa penggunaan LUKE Arm jauh lebih efektif dan mudah dibandingkan dengan lengan prostetik konvensional. Selain itu, responden juga menyatakan bahwa penggunaan LUKE Arm meningkatkan kualitas hidupnya. Penelitian lain mengatakan, bahwa efek LUKE Arm lebih terasa pada jenis konfigurasi SC. Hal ini karena pada hasil penelitian, konfigurasi SC dapat menyelesaikan berbagai tes dan aktivitas dengan baik (1 kegagalan dari 8 tes) dibandingkan konfigurasi HC (2 kegagalan dari 8 tes). Secara keseluruhan, LUKE Arm adalah inovasi teknologi terkini yang sangat membantu aktivitas pasien yang mengalami amputasi dan hal ini tentunya harus didukung perkembangannya.
Oleh: Fransisca Theresia
REFERENSI:
1. Revolutionizing Prosthetics [Internet]. [cited 2018 Mar 23]. Available from: https://www.darpa.mil/program/revolutionizing-prosthetics
2. De Novo Classification Request For DEKA Arm System. [cited 2018 Mar 23]. 2015. Available from: https://google2.fda.gov/search?q=deka+arm&client=FDAgov&site=FDAgov&lr=&proxystylesheet=FDAgov&requiredfields=-archive%3AYes&output=xml_no_dtd&getfields=*
3. Resnik LJ, Borgia ML, Acluche F, Cancio JM, Latlief G, Sasson N. How do the outcomes of the DEKA Arm compare to conventional prostheses? PLoS One San Franc. 2018 Jan;13(1):e0191326.
4. Resnik L, Fantini C, Latlief G, Phillips S, Sasson N, Sepulveda E. Use of the DEKA Arm for amputees with brachial plexus injury: A case series. PLoS One San Franc [Internet]. 2017 Jun [cited 2018 Mar 23];12(6). Available from: https://search.proquest.com/docview/1911176145/abstract/F11288DFFC844A60PQ/15
5. Resnik L, Borgia M, Latlief G, Sasson N, Smurr-Walters L. Self-reported and performance-based outcomes using DEKA Arm. J Rehabil Res Dev Wash. 2014;51(3):351–62.
Komentar